free counter

Polwan berbaris menjaga Istan Presiden pada demonstrasi antikenaikan BBM




Jakarta (ANTARA News) - Belasan polisi wanita cantik ikut menjaga aksi antikenaikan harga BBM yang berlangsung di depan Istana Merdeka, Jakarta, Selasa.  Mereka berperan sebagai negosiator, meredam emosi demonstran, sekaligus berbaur dengan demonstran.

Berjaga-jaga bersama ratusan polisi di Jalan Merdeka Utara, mereka  mengundang perhatian awak media. Polwan cantik ini disiapkan untuk menjadi negosiator saat berhadapan langsung dengan demonstran.

"Diturunkan polwan karena sifat keibuan yang lebih lembut untuk menghindarkan terjadinya aksi yang anarkis," kata Polwan dari Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Siti Prihidayati, kepada ANTARA News, Selasa.

Berdasarkan pantauan ANTARA News, penjagaan di sekitar Istana Merdeka sangat ketat. Barisan polisi terdiri dari beberapa lapis menjaga Jalan Merdeka Utara, sementara Brimob berjaga di depan pagar Istana.

Ribuan demonstran yang bergerak dari bundaran Hotel Indonesia (HI) sudah sampai di depan Istana Merdeka.  Mereka berorasi menolak kenaikan harga BBM di depan Kementerian Komunikasi, Informasi, dan Telematika.

Ribuan demonstrasi ini datang dari Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU), dan Partai Bulan Bintang (PBB) yang tergabung dalam aliansi hijau, dan PDI Perjuangan.

Aksi mereka menyebabkan akses Jalan Sudirman ke Harmoni, termasuk jalur busway, ditutup sementara.

(M047)

Editor: Jafar M Sidik

Ilustrasi Imunisasi
Jakarta (ANTARA News) - PT Bio Farma (Persero) segera meluncurkan vaksin Pentavalent atau DPT HB HIB pada akhir tahun ini. Capaian itu juga menempatkan Indonesia menjadi negara kelima di dunia yang melakukan hal itu.

Sekretaris Direktorat Pemasaran Biofarma, Deden Margawaluya, menyatakan,  "Indonesia merupakan negara ke-5 yang meluncurkan Pentavalent," ujarnya di sela-sela Pameran/EXPO Pembangunan Kesehatan, pada Rapat Kerja Kesehatan Nasional 2012 di Jakarta, Kamis.

Vaksin dasar yang mampu mencegah lima penyakit seperti difteri, pertusis, tetanus, hepatitis serta HIB ini, rencananya juga akan dipasarkan ke luar negeri, namun masih harus melalui proses sertifikasi prakualifikasi dari WHO.

Sementara untuk pasar dalam negeri, Pentavalent sudah akan mulai disosialisasikan kepada badan-badan kesehatan dan masyarakat luas.

"Vaksin ini direncanakan untuk keperluan program imunisasi rutin, yang akan didistribusikan sampai Dinas Kesehatan Provinsi di seluruh Indonesia," kata Deden.

"Sektor swasta juga diperlukan untuk mencapai kekurangan-kekurangan yang ada di Dinas Keseharan Kabupaten atau apotek, outlet-outlet kesehatan serta rumah sakit," ujarnya.

Deden mengatakan bahwa saat ini, Pentavalent sedang menjalani proses di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebelum memasuki tahap sosialisasi.
(M048)

Editor: Ade Marboen

Jakarta (ANTARA News) - Isu halal atau tidak vaksin yang dibuat di dalam negeri diantisipasi PT Bio Farma, satu-satunya BUMN produsen vaksin di Indonesia. 57 negara Islam dunia telah dan masih mengimpor berbagai produk vaksin buatan Bio Farma.

Sekretaris Direktorat Pemasaran Bio Farma, Deden Margawaluya, mengatakan, vaksin Bio Farma dinyatakan aman dan halal untuk diberikan kepada masyarakat beragama Islam.

Hal itu dia katakan kepada AntaraNews di sela-sela Pameran/EXPO Pembangunan Kesehatan, pada Rapat Kerja Kesehatan Nasional 2012 di Jakarta, Kamis.

"Saat ini heboh soal halal atau tidak halalnya vaksin, sudah kami antisipasi," ujarnya.

"Sebanyak 57 negara Islam, khususnya negara-negara di wilayah Jazirah Arab, masih mengimpor vaksin dari kami," katanya.
(M048)


Editor: Ade Marboen

JAKARTA/2012, KOMPAS.com - Badan Anggaran DPR dan pemerintah sudah membahas subsidi energi dalam RAPBNP 2012. Dalam rapat yang berlangsung hingga Selasa (20/3) malam, pemerintah memaparkan beban anggaran dengan skenario harga bahan bakar minyak (BBM) naik dan tidak sesuai dengan permintaan Badan Anggaran DPR.

Dalam pemaparan itu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Bambang Brodjonegoro menguraikan beban anggaran dengan asumsi tidak ada kenaikan harga BBM subsidi maupun jika naik Rp 500 per liter, Rp 1.000 per liter dan Rp 1.500 per liter. "Kami mengacu pada harga ICP  105 dollar AS per barrel," ujar Bambang.

Pertama, apabila tidak menaikkan harga maka anggaran subsidi BBM membengkak menjadi Rp 178,67 triliun dari Rp 123,6 triliun dalam APBN 2012. Kedua, jika harga BBM subsidi naik Rp 500 per liter maka anggaran subsidi naik menjadi Rp 164,9 triliun.

Ketiga, jika harga BBM subsidi naik sebesar Rp 1.000 per liter maka subsidi meningkat menjadi Rp 151,14 triliun. Keempat, jika harga BBM subsidi naik Rp 1.500 per liter maka subsidi hanya naik menjadi Rp137,38 triliun.

Pemaparan itu belum memuaskan Badan Anggaran DPR. Ketua Badan Anggaran DPR Melchias Mekeng meminta pemerintah juga menyajikan kajian harga BBM subsidi ini secara menyeluruh dengan memasukan juga hasil penghematan belanja kementerian/lembaga serta SAL atau saldo anggaran lebih. Selain itu, dia juga meminta dampak kenaikan harga BBM terhadap inflasi serta defisit anggaran. "Supaya diungkap dan kami bisa mencari yang paling minimal," kata Melchias.

Ilustrasi Polisi Gendut (istimewa)
London (ANTARA News/Reuters) - Polisi beserta staf pendukung kepolisian di Inggris harus membuktikan kebugaran mereka dalam tes tahunan atau kalau tidak gaji mereka akan dipangkas, peraturan tersebut akan diberlakukan setelah survei menemukan 64 persen polisi dan staff memiliki kelebihan berat badan, obesitas atau gemuk tapi tidak sehat, sebuah penyelidikan menyimpulkan pada hari Kamis (15/3).

Tim yang ditugaskan oleh pemerintah melapor untuk gaji polisi, catatan mengenai kondisi kesehatan polisi tersebut menyarankan agar petugas yang gagal tes kebugaran tiga kali harus didisiplinkan, mereka bisa kehilangan 8 persen dari gaji, yaitu sebanyak 3 ribu poundsterling atau senilai dengan 4.700 dolar Amerika untuk beberapa.

Data tersebut berdasarkan pada survei terhadap lebih dari 11.500 petugas dan staf di kepolisian London yang menemukan bahwa 44 persen dari mereka kelebihan berat badan, obesitas 19 persen, dan satu persen gemuk tidak sehat, kata laporan itu.

Peninjauan tersebut merupakan usaha pemerintah untuk membuat memangkas sekitar 20 persen anggaran untuk polisi sebagai bagian dari langkah-langkah penghematan, rekomendasi lain adalah kememungkinan petugas untuk dipecat, pemotongan gaji awal, menaikkan usia pensiun dan kualifikasi untuk pengangkatan staf yang lebih baik.

Usulan tersebut, yang untuk sementara disambut baik oleh kepala polisi, belum disosialisasikan ke petugas biasa yang akan menghadapi pembekuan gaji, peningkatan iuran dana pensiun dan pemutusan hubungan kerja (phk).

"Polisi sudah bosan dengan keadaan konstan dari ketidakpastian dan serangan, yang disengaja berkelanjutan pada mereka oleh pemerintah ini," kata Paul McKeever, Ketua Federasi Polisi Inggris dan Wales.

"Kami sudah tidak tahan lagi, sudah cukup," demikian kata Paul.

Bekasi (ANTARA News) - Lebih dari 10 warga Kampung Rawabambu, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat, mengalami luka-luka dan satu orang lainnya tewas dalam peristiwa bentrokan antarwarga, Selasa.

"Warga kami bentrok dengan pemuda Ambon. Puncaknya terjadi pada hari ini di mana satu pemuda Ambon yang belum diketahui identitasnya tewas dikeroyok warga sekitar pukul 09.00 WIB," kata Ketua RW 07, Kampung Rawabambu, Mamat Fauzi, di lokasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun ANTARA, ketegangan tersebut berlangsung sejak Minggu (18/3) antara warga RW07, 08, 09 dan 10 Perumahan Titian Indah, Kampung Rawabambu, dengan beberapa pemuda keturunan Ambon.

"Kejadiannya saya tidak tahu persis. Yang jelas terjadi konflik antar pemuda di salah satu warung jamu RW08 yang berujung pada bentrokan fisik," kata Mamat.

Beberapa jam pascainsiden itu, sejumlah pemuda keturunan Ambon melakukan aksi `sweeping` ke beberapa tempat perkumpulan pemuda warga setempat. Aksi itu ternyata mengundang reaksi warga Titian Indah hingga situasi kawasan tersebut mencekam.

"Sekira pukul 23.00 WIB, kedua kubu yang telah mengumpulkan massa saling berhadapan tepat di gerbang masuk Perumahan Titian Indah. Dalam kejadian itu, dua kios nonpermanen habis dibakar sedangkan kedua kubu saring lempar batu," kata Mamat.

Salah satu warga RT1 RW7, Purnadi, mengalami luka bacokan di kepala dan punggung usai bemain futsal di sekitar lokasi kejadian. Hal serupa juga dialami Nuni, warga RT2 RW7.

"Korban sedang dirawat di RSUD Kota Bekasi," katanya.

Ketegangan itu berlanjut hingga Senin pagi (19/3). Salah satu Satpam, Suharlan, mengalami luka tancapan anak panah di bagian pelipis oleh salah satu pelaku dari luar warga perumahan tepat di pintu gerbang masuk perumahan. Korban saat ini telah dilarikan ke RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta, untuk perawatan.

Kejadian itu membuat warga semakin geram dan kembali melakukan aksi `sweeping` terhadap warga keturunan Ambon di sekitar lokasi kejadian.

Pada Selasa (20/3), satu orang warga keturunan Ambon tewas dihakimi warga di Jalan Patriot, Kampung Rawabambu, Kelurahan Kali Baru Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi. Korban tewas di lokasi kejadian dengan luka di sekujur tubuh.

Salah satu saksi, Adit, mengatakan korban bersama dua orang rekannya yang juga asal Ambon tengah melintas di Jalan Patriot sekitar pukul 06.00 WIB. Warga yang sedang berjaga-jaga di lokasi, menghentikan kendaraan mereka.

Ketiga orang penumpang mobil diminta turun dan langsung dihakimi warga yang sudah disulut emosi. Korban sempat mencoba melarikan diri dengan menceburkan diri ke dalam selokan, namun warga tetap mengejar. Warga juga membakar mobil yang ditumpangi oleh korban.

Hingga kini, puluhan petugas berseragam lengkap polisi masih nampak mengamankan lokasi bentrokan warga guna menghindari peristiwa susulan.
(ANTARA)

Editor: Ella Syafputri

Tomcat
Serangga yang disebut serangga tomcat menyerang warga apartemen di Surabaya. Serangga ini juga dilaporkan menyerang kawasan Kenjeran dan Wonorejo. Pakar serangga dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Hari Sutrisno, mengatakan, “Serangga Tomcat sebenarnya adalah serangga genus Paederus.”
Serangga tersebut adalah kumbang memiliki ukuran relatif kecil, sekitar 1 cm sehingga kadang tidak dikenali. Keunikan serangga ini adalah bagian sayap yang tak menutupi seluruh abdomen.
“Ada 12 jenis serangga jenis ini. Namun yang paling banyak di sini adalah Paederus fasciatus. Jadi kemungkinan yang di Surabaya adalah jenis ini,” jelas Hari.
Hari mengatakan, serangga ini memiliki habitat di persawahan, hutan maupun taman kota. Biasanya, serangga ini memakan telur serangga lain pemakan daun.
Sebutan serangga ini sedikit kurang tepat sebab sebenarnya tomcat adalah nama pestisida. Di beberapa daerah, serangga ini sering disebut semut kanai atau semut kayap.
Hari saat dihubungi Senin (19/3/2012) mengungkapkan bahwa serangga Paederus biasanya menyerang untuk mempertahankan diri. Serangga ini bisa menyerang apapun yang dianggap menggangggu.
Namun demikian, Hari mengatakan, “Serangan pada manusia sebenarnya bukan tujuan. Hanya mungkin ada aktivitas manusia yang mengganggu serangga ini.”
Aktivitas yang mengganggu antara lain saat serangga akan masuk ke rumah dan terhalang tirai, manusia membuka tirai tersebut sehingga kumbang ini terbang dan menyerang.
Ciri khas Paederus adalah kemampuan memproduksi toksin yang disebut paederin. Saat menyerang, serangga akan mengeluarkan toksin ini, persis seperti ular yang mengeluarkan bisa.
Toksin tersebut yang dikatakan bisa berdampak buruk bagi manusia. Akibat jika terserang serangga ini adalah dermatitis, dimana kulit melepuh seperti mengalami luka bakar dan mengeluarkan cairan.
“Jika kena serangga ini, maka kita harus cuci dengan air sabun agar menetralisir racun. Lalu bisa juga memakai Kalium permanganat atau salep untuk mengobati,” terang Hari.
Dikatakan bahwa racun serangga ini konsentrasinya 12 kali lebih besar dari bisa kobra. Namun demikian, Hari mengatakan bahwa racun serangga ini tak mematikan.
Menurut Hari, kumbang Paederus sebenarnya serangga yang menguntungkan bagi petani karena mampu membasmi wereng. Karenanya, serangga ini cukup dicegah kehadirannya, tak perlu dibasmi dengan pestisida kimia.
Hari menghimbau masyarakat agar tidak panik. Serangan serangga ini sebenarnya sudah biasa dialami. hany perlu langkah tepat saat terkena serangannya.